Jika hati itu masih ada disana, hati itu akan terus menerus menangis untuk Palestina.

Untaian kalimat ini ditulis setelah untuk kesekian kalinya menyaksikan gimana kehidupan Rakyat Palestina dihancurkan, secara Live, dimana berbagai "pihak berkepentingan" bahu membahu, super sistematis dalam menghancurkan kehidupan Rakyat Palestina, dengan berbagai metode. Apakah setidakberharga itu kehidupan Rakyat Palestina sehingga ketika secara Live Streaming dipertontonkan ke seluruh penjuru dunia: sebagian besar bangsa ini melihat saja, berpaling saja, atau menganggap normal saja, telah bersikap biasa saja Rakyat Palestina diperlakukan sekejam itu? Jika hati itu memang masih ada disana, hati itu akan terus menerus menangis untuk Palestina.

Bumi Langit

8/25/20251 min read

Rakyat Indonesia, ada apa?

25 Agustus 2025, 80 tahun lebih 8 hari setelah Indonesia memproklamirkan Kemerdekaannya..
______________

Rakyat Indonesia, hingga hari ini, mengapa Rakyat Palestina diperlakukan sejahat ini oleh penjajah? Bahkan secara live seperti ini? Apakah ini karena kita, yang bangsanya pernah dijajah hampir 400 tahun lamanya, dan juga bangsa yang termasuk sangat besar jumlah muslimnya, kita hanya diam saja? Atau karena kita hanya ngomong saja? Atau karena kita sebenarnya gak tau bagaimana jahatnya Palestina diperlakukan oleh penjajah?

Rakyat Indonesia, adakah bangsa yang pernah dijajah seperti lamanya bangsa kita dijajah?

Kemana sebenarnya arah perkembangan kita setelah Para Pahlawan kita memerdekakan kita dengan kehidupan, darah dan nyawa mereka? Apakah kita hanya menjadi orang yang menseriusi hal-hal sederhana, dan menyederhanakan hal-hal yang sangat butuh keseriusan?

Perih banget apa yang terjadi di Gaza dan Palestina ini. Namun, sama perihnya karena perjuangan Para Pahlawan kita yang dulu mengalami penyiksaan demi penyiksaan demi membebaskan kita, hampir 400 tahun mereka memperjuangkan kita, malah kita balas dengan kita menjadi powerless, ternyata kita masih menjadi bangsa yang gak berdaya, and many times ignorant, and headless, and incapable..

Mengapa kita memperlakukan Palestina sedemikian rupa, membiarkan mereka disiksa live streaming 24/7, around the clock begini? And in some cases, bagian dari bangsa kita ikut larut dalam konspirasi penjajah atas mereka? Padahal kita bisa menikmati Indonesia yang merdeka ini ada yang berkorban nyawa untuk kita, ada yang setersiksa Rakyat Palestina demi memerdekakan bangsa kita.

Mengapa arah kehidupan kita generasi yg menikmati kemerdekaan ini malah ke individualisme? Dan dalam beberapa hal, gak paham sejarah bangsanya sendiri? Dan gak paham harapan Para Pahlawan bangsanya sendiri?

Rakyat Indonesia, ada apa?

Untaian kalimat ini ditulis setelah untuk kesekian kalinya menyaksikan gimana kehidupan Rakyat Palestina dihancurkan, secara Live, dimana berbagai "pihak berkepentingan" bahu membahu, super sistematis dalam menghancurkan kehidupan Rakyat Palestina, dengan berbagai metode. Apakah setidakberharga itu kehidupan Rakyat Palestina sehingga ketika secara Live Streaming dipertontonkan ke seluruh penjuru dunia: sebagian besar bangsa ini melihat saja, berpaling saja, atau menganggap normal saja, telah bersikap biasa saja Rakyat Palestina diperlakukan sekejam itu?

Jika hati itu memang masih ada disana, hati itu akan terus menerus menangis untuk Palestina.

Please visit our Beloved Palestinians' lives here, and hopefully you will understand what I say to you and you will never turn your back anymore: https://drive.proton.me/urls/SA3RZN908R#uzLlVCxg1zbg